Tags

Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, Muhajirin dan Anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka, sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan (juga) Allah telah menerima taubat dari tiga orang yang telah ditangguhkan penerimaan taubat mereka itu, sehingga bumi menjadi sempit bagi mereka, dan walaupun sebenarnya bumi itu amat luas dan jiwa mereka pun telah terasa sempit oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahawa tak ada tempat lari dari siksa Allah, kecuali kepada-Nya jua, kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”

(At Taubah, 117-118)

Allah berfirman, “Dan sesungguhnya Allah itu redha terhadap orang beriman, ketika mereka sedang berjanji (berbaiat) kepada Engkau (Muhammad) di bawah pohon dan Allah mengetahui isi hati mereka, maka diturunkannya kepada mereka (ketenangan) dan kemenangan yang sudah dekat sekali. Dan mereka juga memperoleh keuntungan yang banyak, dan Allah itu Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.”

(Al Fath, 18-19)

Allah berfirman, “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara Muhajirin dan ¬†Anshar dan yang mengikuti Allah, Allah menyediakan bagi mereka syurga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya dan mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”

(At Taubat,100)

Allah berfirman, “(Itu adalah) untuk fakir miskin Muhajirin yang diusir dari kampung halamannya dan dari harta bendanya, sedangkan mereka itu adalah orang yang selalu mengharapkan kurnia dari Allah berserta keredhaan-Nya dan mereka itu membantu (Agama) Allah dan Rasul-Nya, mereka itulah orang yang benar. Dan orang yang terdahulu dari mereka bertempat tinggal dalam kampung (Madinah) serta beriman, mereka (kaum Anshar) itu mencintai orang yang berhijrah kepada mereka, dan mereka itu tidak mengharapkan suatu balasan terhadap apa yang telah mereka berikan kepada orang Muhajirin itu, bahkan mereka itu lebih mengutamakan kepada kepentingan (orang Muhajirin) itu daripada kepentingan mereka sendiri, walaupun mereka sendiri dalam kemelaratan, dan siapa yang terpelihara jiwa dari kekikiran, maka mereka itulah orang yang beruntung.”

(Al Hasyar, 819)

Allah berfirman, “Allah itu telah menurunkan perkataan-Nya yang sebaik-baiknya, iaitu kitab Al Quran yang isinya itu serupa dan berulang (bila dibacakan) dapat menggetarkan hati orang yang takut pada Tuhan mereka, kemudian badan dan hati mereka itu menjadi lunak untuk dapat mengikuti Allah, itulah petunjuk Allah yang diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, maka siapa yang dibiarkan oleh Allah maka tidak ada baginya seorang pembantu pun.”

(Az Zumar, 23)

Allah berfirman, “Sesungguhnya orang yang beriman kepada ayat kami itu, ialah mereka yang apabila dibacakan ayat itu kepada mereka, mereka terus meniarap bersujud serta bertasbih kepada Allah Tuhan mereka, mereka itu tidak sombong. Mereka meninggalkan tempat tidurnya dan berdoa dengan perasaan yang penuh dengan ketakutan dan pengharapan, mereka membelanjakan (di jalan kebaikan) sebahagian rezeki yang kami berikan, maka untuk mereka itu disediakan pembalasan yang amat menyenangkan hati mereka dari apa yang masih belum diketahui oleh siapa pun juga. Itulah pembalasan baik dari apa yang mereka kerjakan.”

(As Sajadah, 15-17)

Allah berfirman, “Tetapi apa yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal untuk mereka ¬†yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan mereka. Iaitu mereka yang menjauhi dosa besar dan perbuatan keji dan apabila mereka marah (juga) suka memberi maaf. Dan mereka yang menyambut panggilan Allah (untuk beriman) lagi pula mereka menegakkan shalat, segala urusan mereka lakukan dengan jalan musyawarah di antara sesama mereka, dan mereka memaafkan dari apa yang kami rezekikan kepada mereka, dan apabila mereka itu diperlakukan dengan zalim, mereka itu dapat mempertahankan diri dan mereka menang.”

(As Syura, 36-39)

Allah berfirman, “Di antara orang yang beriman itu ada beberapa orang yang telah menepati apa yang telah dijanjikan kepada Allah, dan di antara mereka itu ada yang telah mati syahid, dan ada pula yang sedang menunggu gilirannya, dan mereka itu sedikit pun tidak berubah.”

(Al Ahzab, 23)

Allah berfirman, “Apakah orang-orang yang patuh menjalankan kewajibannya selama beberapa waktu di malam hari dengan bersujud dan berdiri (bershalat) serta takut pada hari akhirat dan berharap pada rahmat Tuhannya itu sama dengan orang yang durhaka kepada Tuhan? Katakanlah, “Adakah orang yang berpengetahuan itu sama dengan orang yang tidak berpengetahuan?”

(Az Zumar, 9)

Petikan dari Kehidupan Para Sahabat Rasulullah SAW – Terjemahan oleh Bey Arifin dkk (Karangan Muhamad Yusuf Al-Kandahlawy)